My Photo Stories

Relawan Kapal Ramadhan 2018

Kapal Ramadhan 2018

ID Card Relawan Kapal Ramadhan 2018

Hari yang di tunggu pun tiba, pukul 11.30 bertemu di terminal 1A untuk persiapan berangkat menuju Makassar. Dibagikan tiket dan ID Card relawan Kapal Ramadhan.

Ketika boarding, terdengar talbiah, jadi berasa mau berangkat haji. (Yaa Allah semoga bisa segera menunaikan ibadah haji)

Labaik Allahumma Labaaik, labaaik Laa Syarika Laka Labaaik Inal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulka La Syarikalah….

Talbiah terus mengema dalam pesawat JT 0892 ini, jadi merasa seperti akan berangkat haji atau umroh (Aamiin Ya Allah). Mungkin ini cara Allah untuk memberikan semangat kepada para Relawan Kapal Ramadhan. Sayapun mengikuti Talbiah ini terus. Tetap semangat ya

Tepat pukul 13.33 pesawat lepas landas meninggalkan Soekarno Hatta menuju Bandara Sultan Hasanudin Makassar. Karena kurang tidur badan langsung tertidur saat lepas landas, sepertinya mata berat banget.

Pukul 16.22 Waktu Indonesia Tengah terdengar pilot memberitahukan bahwa beberapa saat lagi akan melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanudin Makassar. Walau masih belum ngumpul nyawa selepas bobo ganteng dari Soeta tadi.

Alhamdulillah tepat pukul 16.37 Pesawat JT 0892 dengan agak kasar menurut sayah mah. Akhirnya menjejak kembali di tanah anging mamiri.

Aga Keraba ? bajik bajik

Gaya pake bahasa daerah segala yah. Gapapa lah sambil belajar sosialisasi.

Melihat bandaranya saya kagum banget deh ih. Keren kesan pertama yang saya rasakan ketika menjejak di Sultan Hasanudin ini.

Namun pas keluar bandara mulai kerumitan itu terlihat. Para pengemudi taksi langsung menawarkan jasa mereka kepada penumpang yang baru turun. Sangat agresif sekali mereka mengambil penumpang. Ini pengalaman yang saya rasakan, semoga akan lebih baik ke depan. Karena Makassar salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia Timur.

Sambil menunggu relawan dari daerah lain yang belum samapi kita menuju bis untuk beristirahat sejenak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Sepertnya hari ini dapat diskon satu jam puasa, karena perbedaan zona waktu. Yang pasti mah tetap disyukuri aja, biar nikmatnya di tambah.

Beduk pun telah terdengar, alhamdulillah berbuka dengan kurma dan sebotol air mineral sangat nikmat sekali. Terlebih buka puasa bareng dengan para relawan kapal ramadhan ini. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa.

Perjalanan di lanjut menuju kota Makassar, karena bandara terletak di Maros. Sekitar 30 menit kita sudah sampai di sekitar Pantai Losari untuk makan malam, dan di warung Pangkep dengan sajian khas Sop Konro dan Sop Saudara.

Dan saya memilih berbuka dengan Sop Konro, liputan lengkapnya mangga ke channel youtube sayah aja, biar ngiler sekalian.

Selepas makan, saya bertemu dengan Nasar (10) bukan artis dandut itu lho ya. Ini seorang pengamen cilik yang sedang ngamen dengan lagu lagu jaman old seperti Koesplus, wow banget kan. Sebagian relawan sangat menikmati perfom Nasar ini. Dia ngamen selepas sekolah sampai jam 10 malam.

Pantai Losari i’m kaming

Rasanya akan kurang jika ke Makassar tanpa singgah ke Pantai Losari. Ini tempat sangat hits banget, saya jadi pengen moto tai lo pengalan dari Pantai Losari yang di crop.

Malam ini berakhir di Wisma Afod yang berada di sekitar Jalan Pettarani Makassar. Ini juga jalan hits yang saya kenal selain Panakukkang.

Dan mulai lah nyeduh bersama relawan dari Jogja. Ngopi itu harus bisa di mana aja, ga perlu ke kafe.

Inilah sepenggal perjalanan hari pertama bersama Relawan Kapal Ramadhan. Dan tentu masih kaan banyak hari yang luar biasa bersama para relawan ini.

Sayah istirahat dulu yah

Lautan Makasar, 31 Mei 2018

KM Inerie 2

Please follow and like us:

5 thoughts on “Relawan Kapal Ramadhan 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes