My Photo Stories

Bukan Sate Padang Biasa

image

Jika berkunjung ke Sumatera Barat, salah satu tujuan wisata kuliner adalah Sate Padang Mak Syukur di Padang Panjang. Namun berhubung tidak melewati kota Padang Panjang, sehingga tidak bisa menikmati Sate Mak Syukur.

Tadinya tidak pernah perhatian terhadap bumbu kuah dari sate padang. Ternyata ada perbedaan di daerah Pariaman bumbu terlihat lebih merah seperti batu bata. Nah sekarang yang mau saya ceritakan adalah Sate Danguang Danguang.

Sate ini berasal dari daerah Danguang-danguang, Payakumbuh. Ciri yang paling khasnya adalah kuahnya berwarna kuning serta rasa kuahnya agak manis dan tak terlalu tajam bumbunya.

Perjalanan di bulan puasa memang agak berbeda dengan bulan lainnya. Agak terbatas untuk menikmati kuliner khas, namun masih bisa menikmati. Perjalanan kali ini, tiap malam berpindah kota. Jadi bisa langsung merasakan perbedaan sate padang antar daerah.

image

Jam 23.00 sesampainya di kota Padang, sebelum ke hotel mencari makan dulu di simpang Kinol Padang dan salah satunya ada Sate Danguang Danguang Asli.

Memasuki kedainya langsung terasa aroma dari proses pangang sate ini, asap masih mengepul dari periuk tempat kuah sate. Sehingga menambah lapeh salero saja terlebih setelah menempuh perjalanan 2 jam dari Pariaman.

Tidak menunggu lama sudah terhidang di depan mata sepiring sate lengkap dengan katupek dan tujuh tusuk sate daging yang di siram kuah kekuningan itu tampak begitu menggugah selera. Ritual baru sebelum berdoa adalah memotret makanan itu sendiri.

Sate Danguang itu satenya terbuat dari daging serta jeroan sapi seperti usus, jantung, dan lidah yang direbus dengan bumbu. Sate lalu dibakar sebentar di atas bara tempurung dan diperciki minyak bawang goreng serta lemak yang dicairkan agar lebih gurih dan wangi.

Sate Danguang ini bisa menghangatkan perut di kala dingin. Kuahnya juga tidak terlalu pedas sangat cocok di lidah ini, juga cukup kental. Kuahnya ini terdiri dari beberapa rempah rempah diantaranya lengkuas, kunyit, daun jeruk purut, cabe bawang merah, ketumbar, dan di tambah dengan kaldu daging.

Untuk lidah Jawa, sangat cocok sekali kuah dari Sate Danguang ini, rempah dan rasa pedasnya tidak terlalu namun ada rasa segarnya di mulut. Jika berkesempatan ke Padang, jangan lupa mampir ke Sate Danguan daguang di Simpang Kinol.

Jakarta, 20 Juni 2016
Kang Dudi

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes