My Photo Stories

Karena Kita Ini Punya Wujud dan Bentuk

image

Jika bicara tentang foto, dalam satu menit keluar foto foto dalam sosial media dan media lainnya bisa hitugan ratusan ribu. Membuat foto bagus memang menjadi keharusan biar bisa diingat orang. Jika tidak ada yang berbeda bakal habis. Kali ini kita belajar dari Pak Abdullah melalui Mas Beawiharta, bagaimana membuat foto manusia menjadi “hidup”

Belajar tentang foto bisa di mana saja, seperti mas Beawiharta mendapatkan pelajaran dari Pak Abdullah di Afganistan. Waktu itu sedang mendapat penugasan di Afgan tahun 2002. Datang ke sebuah pabrik kismis, bertemu dengan Pak Abdullah dan bilang “No Picture” artinya di areal Pabrik terlarang untuk membuat foto. Karena situasi lighting dan karakter orangnya kuat, maka diam diam mencuri gambar dan ketahuan. Akhirnya keluar dari Pabrik itu.

Namun karena sangat bagus suasana Pabrik itu, sehingga mencari jalan untuk tetap bisa motret di sana. Besoknya ke Pabrik lagi untuk meminta maaf karena kemarin telah curi curi membuat foto dan menunjukan hasil cetakannya kepada mereka. Dan berbekal dengan hasil foto curi curi itu mereka sangat suka sekali, termasuk Pak Abdullah. Dari pintu inilah komunikasi terbuka sehingga bisa motret pabrik dan orangnya.

image

Akhirnya Pak Abdullah mengundang sore itu kerumahnya untuk dibuatkan foto bersama keluarganya, karena usia 60 tahun lebih tidak punya foto keluarga. Dan setelah itu diijinkan motret di Pabrik Kismis itu.

“Kita ini manusia, kita ini bergerak, kita ini punya wujud dan bentuk. Ketika menjadi sebuah foto,  kita seperti orang mati tidak bergerak, kita tidak punya wujud dalam foto” kata Pak Abdullah

Mas Bea Kembali bertanya ” Kenapa video boleh?” “Karena video bergerak foto tidak” jawabnya

Kenapa orang Afgan tidak suka di foto, karena menurut mereka foto adalah mematikan manusia. Yang tadinya hidup menjadi mati dalam sebuah gambar. Dari sinilah Mas Bea Belajar, bagaimana foto foto manusia itu bisa menjadi “hidup” tidak mati dalam dua dimensi. Dari sini pula Mas Bea berpandangan bahwa foto manusia itu harus punya nyawa, punya rasa dia bisa bergerak tidak freze.

image

Tugas saya sebagai pewarta foto adalah mengejar momen dan membuat foto menjadi hidup. Kadang dalam foto saya tidak membutuhkan fokus dalam foto, namun momen yang menjadi titik tolak foto saya. Walaupun foto jurnalistik yang saya hasilkan, namun saya harus bisa memberikan feel dalam foto yang saya buat. Dan ini akan menjadi pembeda dengan foto lainnya dan menjadi foto yang di ingat dalam waktu panjang.

Vlog dari tulisan ini bisa di lihat disini.

Jakarta, 30 April 2016

Kang Dudi

Please follow and like us:

2 thoughts on “Karena Kita Ini Punya Wujud dan Bentuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes