My Photo Stories

Menjes, Pangan Lokal Yang Hanya Ada Di Malang

Menjes

Suatu hari yang bikin saya gembira ketika mendapatkan email dari Panitia Nutrisi Untuk Bangsa lomba foto From Local to International.

Selamat malam Sahabat Nutrisi,

Selamat!
Anda adalah salah satu dari 10 pemenang Lomba Foto Jelajah Gizi “From Local to International”, dan berhak mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp 1.500.000 dan wajib mengikuti kegiatan Jelajah Gizi “Eksplorasi Pangan Kota Malang” yang akan berlangsung pada tanggal 13 – 15 Oktober 2017.”

Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu peserta Jelajah Gizi Malang tahun 2017 ini bersama sembilan orang lainnya. Salah satu hadiahnya adalah perjalanan ke Malang, mengikuti kegiatan Jelajah Gizi.

Mendengar kota Malang, langsung terbayang Menjes yang akan saya cari nanti. Salah satu makanan yang bikin kangen untuk kembali ke kota Malang adalah Menjes ini. Makanya saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Nutrisi Untuk Bangsa yang akan membawa saya untuk menjelajah gizi. Hadiah ini sekaligus mengobati rasa kangen saya dengan Menjes.

Singkat cerita, perjalananpun di mulai setibanya di Malang saya tidak butuh waktu lama untuk bisa menemukan Menjes. Dalam satu kesempatan makan siang, saya langsung menemukan Menjes yang endes itu. Saya mendapatinya di RM Khas Jawa milik Bapak Sukarli Arief (72), selepas sholat Jumat di Masjid At Taqwa Batu Malang.

Jika berbicara tentang kuliner di Indonesia tentu banyak ragamnya. Masing masing daerah punya kekhasan masing masing. Dan panganan lokal biasanya di buat dari bahan yang banyak terdapat di daerah itu.

Nah ternyata Menjes itu adalah makanan yang hanya ada di Malang saja tidak ada di daerah lain. Menurut Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman MS PhD dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) walaupun Menjes terbuat dari limbah minyak kacang yang di fermentasi lalu dipadatkan. Menjes biasanya digoreng tepung dan di makan bersama cabe rawit. Menjes masih memiliki kandungan protein sekitar 20% dan mengandung serat yang sangat tinggi. Jadi masih sangat baik untuk di konsumsi oleh kita.

Salah satu kelebihan pangan lokal itu adalah kesegarannya, artinya distribusi bahan lokalnya bisa di dapat dalam hitungan jam bukan hari. Dan bisa diketahui sumber bahan lokal di dapat dari daerah mana, ini salah satu unsur keamanan pangan. Jadi sangat penting untuk mengkonsumsi pangan lokal, ada tiga alasan mengapa harus pangan lokal, pertama masalah keamanan, kedua masalah ekonomi dan ketiga adalah kedaulatan pangan.

“Kalau impor, kita susah tahu dari mana asalnya, tidak tahu bagaimana pengolahan, pengemasan dan sebagainya sudah sesuai standar atau belum.” ujar Prof Ahmad

Menjes hampir sama dengan tempe namun bukan tempe, bingungkan? Tentunya ada yang menjadi pembeda Menjes dan Tempe, salah satu di antaranya adalah bentuk, tekstur dan aromanya. Menjes memiliki aroma yang cukup tajam, untuk mengurangi baunya biasanya sering ditambahkan daun jeruk dalam proses pengolahannya. Jadi bisa dibedakan secara kasat mata antara Menjes dan Tempe.

Aroma yang kuat ini justru sangat membangkitkan selera makan sehingga makanan ini ngehits banget di Malang. Hampir semua kalangan menyukai makanan ini. Selain di goreng, Menjes bisa juga di olah sebagai campuran sayuran. Aneka macam sayur-sayuran bisa di tumis dengan menambahkan Menjes di dalamnya. Dalam hal ini Menjes memang hanya sebagai bahan pelengkap saja. Olahan tumis sayur campur Menjes ini sangat nikmat di makan dengan nasi panas.

Saya berharap Menjes bisa tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Jadi buat mereka yang belum pernah mencicipi bisa tahu rasanya.

Aku wis mangan Menjes, Sampeyan Kapan?

Kang Dudi

Please follow and like us:

8 thoughts on “Menjes, Pangan Lokal Yang Hanya Ada Di Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes