My Photo Stories

Sebuah Pelajaran Dari Kakek Suyuti

image

Beberapa hari yang lalu saya membaca di blog Jamil Azzaini ( http://jamilazzaini.com/memberi-tapi-tidak-diterima/ ) cerita inspiratif tentang ingin berbuat baik namun tidak di terima oleh yang akan di beri.

Orang tua angkat saya dulu pernah berkata, “Jangan merasa mudah memberi saat kamu punya. Jangan menyepelekan orang yang terlihat tidak punya. Belum tentu ia mau menerima pemberian apa yang kamu punya.” Saya masih ingat nasihat itu, karena nasihatnya aneh. Dan bertahun-tahun saya tidak percaya nasihat itu sampai bulan Ramadhan tahun ini.

”  Demikian tulis Jamil dalam blognya.

image

Hari sabtu kemarin saya melihat dan merasakan apa yang dituliskan sang motivator itu. Saya melihat seorang Kakek yang bernama Muhamad Suyuti sedang mencari tajil untuk cucunya yang berada di rumah.

image

Kondisi kakek Suyuti ini sudah sepuh, dengan sepeda lipatnya kakek ini mencari tajil di seputar pasar tajil Benhil Jakarta Pusat. Dengan tertatih satu persatu lapak didatangi dan dilihat untuk membeli panganan untuk berbuka.

Banyak sekali pengunjung yang merasa simpati dengan kakek Suyuti ini hendak memberikan uang ataupun panganan untuk berbuka. Namun semuanya di tolak pemberian dari semua orang yang simpati itu. “Saya masih bisa membeli tajil ini” ujarnya

image

Melihat situasi seperti itu saya merasakan sangat campur aduk, kagum, haru dan bangga sekali melihat kakek Suyuti yang dengan tegas menolak semua pemberian dari pengunjung di pasar Benhil, bahkan ketika penjual mau memberika cuma cuma kakek Suyuti tidak mau terima, akhirnya penjual itu memberika lebih panganan atau diskon kepada beliau.

Ternyata tidak semua pemberian kita diterima oleh orang lain yang kita anggap membutuhkan.

Apakah kita masih berbangga dengan banyak kebaikan yang kita kerjakan, siapa tahu amal kebaikan yang kita lakukan tidak ada nilainya di sisi Allah SWT.

Kakek Suyuti memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali, saya langsung merasakan apa yang ditulis oleh Jamil dalam blognya dengan episode kakek Suyuti ini.

Episode ini membuat instrospeksi diri terutama tentang berbuat baik, Saya merasa khawatir jangan-jangan kebaikan yang saya lakukan selama ini tidak diterima oleh Allah. Sungguh celaka, sudahlah kebaikan yang dilakukan tidak seberapa, ditambah tidak diterima oleh Allah SWT.

Terima kasih Kakek Suyuti atas pelajaran hari ini, semoga tulisan kecil ini bisa membawa inspirasi untuk berbuat baik lebih banyak lagi.

Salam Jepret,

Jakarta, 12 Juli 2015

Follow twitter  @abusyamil2004                     Instagram @kang.dudi

FB dudi.iskandar@gmail.com

http://www.kangdudi.com
WA 08158301939

Toekangpoto keliling

Please follow and like us:

2 thoughts on “Sebuah Pelajaran Dari Kakek Suyuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes