My Photo Stories

Suku Baduy, Menjaga kearifan Alam

Baduy I’m Coming

 

Sudah bertahun tahun memimpikan perjalanan menyusuri daerah Kanekes Banten untuk bisa melihat secara langsung suku Baduy. Alhamdulillah mimpi itu sudah terwujud bisa melihat langsung kehidupan Suku Baduy. Perjalanan kali ini ditemani juga oleh anak bungsu saya Sidqi yang menggantikan Hafiez yang tidak dapat berangkat karena ibunya sakit.
image

Untuk perjalanan trekking ke Baduy ini dimulai dari Desa Ciboleger,  kami ditemani oleh penduduk Baduy Dalam. Sebagai leader perjalanan dari Baduy Dalam yaitu Mang Naldi dan Keluarga Jana Jani, yang membawa serta 3 orang anaknya menjadi guide perjalanan. Anak Kang Jani bernama, Aldi, Asmin dan Sarnata yang masih berusia 8 tahun.

Sebelum memasuki hutan Baduy, kami melewati deretan toko souvenir khas Baduy, semua toko menjual berbagai kerajinan khas seperti Iket Baduy, Koja (tas yang terbuat dari akar), kain tenun, Baju Baduy dan masih banyak lagi kerajinan lainnya. Banyak juga orang Baduy yang berada di toko-toko tersebut sedang ngobrol. Ini merupakan pintu gerbang menuju Perkampungan Baduy. Saya perhatikan orang-orang suku Baduy itu selalu berkelompok ketika melakukan perjalanan tidak seorang diri, minimal 3 orang.
image

Jalan berbatu mulai terlihat di sepanjang jalan setapak yang membawa lebih jauh ke pelosok Baduy. Dan Tanjakan demi tanjakan harus kita lalui dengan sabar, terlebih buat yang tidak terbiasa jalan jauh. Bahkan tanjakan setinggi lutut pun ada dalam perjalanan menuju Baduy ini. Berbekal tongkat yang di beli di Ciboleger seharga Rp 2000, sangat membantu dalam perjalanan ini untuk menseimbangkan ketika ada tanjakan ataupun turunan yang sangat curam.

Pemandangan sepanjang perjalanan sangat bervariasi dari mulai, hutan, sawah dan perkampungan baduy luar yang dilewati. Rumah di perkampungan Baduy luar dan Dalam hampir semua sama bentuknya. Hampir semua perkampungan Baduy dekat dengan suangai sebagai sumber air. Selain itu juga ada yang disebut ladang, rumah persinggahan untuk yang berladang di beberapa titik. Dan juga ada Leuit (lumbung padi) di beberapa titik.
image

 

Setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan, baru tersadar ada anggota yang tercecer, entah di belakang atau di depan. Dengan cekatan Kang Jani sebagai S bergerak turun lagi  untuk mencari anggota yang tercecer khawatir salah arah karena banyak persimpangan jalan. Sementara rombongan utama melanjutkan perjalanan ditemani dengan Mang Naldi dkk.. Guide lokal penduduk Baduy ini sangat membantu sekali dan ramah dalam melayani semua orang dengan baik.. Terlebih dengan tim Sweeper yang sangat sabar sekali menemani peserta yang berjalan di belakang.
image

Menjelang sore cuaca di sepanjang perjalanan terlihat mendung yang sangat pekat sekali, melihat kondisi ini kemungkinan hujan akan turun.  Sidqi sudah mulai meninggalkan saya di depan cukup jauh berjalan dengan Sarnata.Saya bersama masih bersama Kang Jani, artinya saya termasuk yang paling belakang berjalan. Mau tidak mau saya harus bisa mengejar Sidqi karena khawatir belum tau dimana Raincoat di simpan.

Pak, Tas na bade di bantuan di candak?” Ujar Kang Jani yang melihat saya mulai susah bergerak di tanjakan.
Nuhun kang” sahutku, berharap jika beban berkurang bisa mengejar sidqi.
Alhdulillah saya bisa mengejar Sidqi sebelum hujan turun tiba, sehingga bisa persiapkan jaket hujannya dan Daypack Sidqi beralih saya yang bawa.

Alhamdulillah hujan turun menjelang ashar, sehingga perjalanan semakin tidak mudah tantanganya dengan bertambah licin jalur akibat hujan. Awalnya saya sangat menghindari jalur aliran air sepanjang jalan setapak, saya pikir bila di aliran air akan sangat licin. Mang Nadli memberitahu bahwa dengan jalan di aliran air tidak licin, dan benar saja sangat membantu nasehat mang Naldi itu.
Nuhun Mang pelajarannya, sangat bermanfaat bagi saya dan Sidqi terutama. Ini satu pelajaran yang di ambil dalam perjalanan ini, jika selama ini mengangap aliran air adalah licin, ternyata di sana adalah tempat yang sangat aman sekali.

“Allahu Akbar……
Allahu Akbar…….”

Lamat dan sayup terdengar adzan menjelang sampai perkampungan suku Baduy Dalam. Hati saya bergetar mendengarnya artinya di Baduy luar cahaya Islam sudah mulai tumbuh. Adzan sudah bergema dan terdengar di Baduy Dalam.

Mudah-mudahan suatu saat adzan akan terdengar dari Baduy Dalam.

Jakarta, 22 Desember 2014
Dari Pojok Kamar

Twitter n Instagram @abusyamil2004
FB dudi.iskandar@gmail.com
http://www.kangdudi.com
WA 08158301939

Toekangpoto keliling

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes