My Photo Stories

Taraweh di Masjid Nurussalam Nampar Sepang

Setelah dari Bukit Cinta, kita langsung ke Basecamp persiapan ikut taraweh di Masjid Nurrusalam Nampar Sepang.

Alhamdulillah pengalaman yang sangat berharga bisa sholat taraweh bersama saudara muslim di Kabupaten Manggarai Timur ini. Sedikit lega ketika menjelang taraweh ini, truk bantuan sudah datang melintas masjid ini. Alhamdulillah . . . . . .

Saya perhatikan ada 2,5 Shaf jamaah laki laki dan 1 shaf jamaah perempuan yang mengikuti taraweh malam ini. Yang agak berbeda di sini anak anak tidak ada yang bercanda seperti di Jakarta. Serius mengikuti semua proses ibadah. Membuat sayah surprise pisan ini teh.

Setiap perjalanan itu membutuhkan bekal, begitu juga manusia sangat membutuhkan bekal ketika meninggal. Sudah jelas di Alquran dijelaskan “Setiap yang bernyawa pasti mati” sehingga kita harus mempersiapkan bekal itu, karena mati adalah satu rahasia. Ini adalah pesan dari Dai yang berasal dari Makassar yang sedang berada di Nampar Sepang ini.

” Yaa Allah semoga setiap gerak langkah saya bisa menjadi amal sholeh yang menjadi pemberat di Yaumil Akhir kelak”

Orang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian.

Pesan ini akan selalu mengingatkan kita, bahwa maut akan menjemput kapan saja dan di mana saja. Jadi persiapkan bekal itu dari sekarang.

Pulang ke basecamp langsung disuguhi ikan katembak dan baronang. Ikan Katembak di buat sayur kuning dan Ikan Baronang di bakar, makan malam bersama masyarakat Nampar Sepang semakin menambah nikmat malam ini.

Pak Lutfi yang pernah tinggal di Menteng Tengulun Jakarta Pusat ini, memberi tahu bahwa komodo juga ada di Nampar Sepang, di atas bukit bukit itu tepatnya. Jadi komodo itu tidak hnaya di Pulau Komodo. Dan setelah makan malam, saya bersama masyarakat nonton film dokumenter tentang komodo ini.

Namun ada sedikit beda kulit komodo yang berada di Nampar Sepang ini, ada warna kuning di sekitar lehernya. Sayang belum sempat melihat secara langsung komodo ini, semoga suatu waktu bisa melihat langsung.

Bandung, 22 Juni 2018

Please follow and like us:

2 thoughts on “Taraweh di Masjid Nurussalam Nampar Sepang

  1. firkan

    dari sisi tulisan, mun judulna eta, kuduna lebih banyak mengulas soal shalat Taraweh na, naha ieu mah ngabibita ku lauk sagala atuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes