My Photo Stories

Warung Kopi Bukan Sekedar Rasa

image

Masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kopi. Sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Akan dengan mudah kita temukan kedai kopi di Indonesia.

Masyarakat Bangka siang dan malam banyak berada di kedai kedai kopi untuk sekedar ngobrol dan mendengarkan curcol. Di Pangkalpinang saya menemukan sebuah kedai kopi yang banyak sekali dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat di sana. Tidak terbatas dari yang muda hingga yang tua, pria maupun wanita, miskin maupun kaya, semua berbaur tanpa sekat-sekat pembatas.

image

Memang saya belum pernah mendengar komoditi kopi dari Bangka. Namun pernah baca tentang budaya ngopi di Bangka yang di bawa oleh para pegawai Timah dari Cina.

Pagi ini saya berkesempatan nongkrong di Warung Kopi Akhew yang sudah berdiri sekitar 1969-an di Pangkalpinang. Saya bersama Bang Udin dan Cahyanto sempat menikmati ngopi bersama warga. Ada yang sehabis olahraga langsung ke warung ini tanpa pulang ke runah dulu. Ada juga yang sengaja datang langsung dari rumah.

image

Pagi itu kami mendapatkan teman ngobrol beberapa pelangan kopi Akhew. Dan paling lama ngobrol dengan Pak Muis (69) seorang pensiunan yang banyak cerita tentang hidup di masa sakit stroke. Dari cerita beliau yang sembuh dari kelumpuhan selama dua tahun lamanya. Hampir tiap hari mampir ke warung kopi ini. Bukan sekedar menikmati kopi namun ada yang lebih dari itu, bisa mendengarkan cerita orang dan bisa bercerita ke orang sehingga beban yang ada di pikiran bisa lepas. Bahasa psikologinya mah katasis tea.

image

Jadi bukan kopi yang menyembuhkan strokenya, namun melepaskan beban pikiran itu yang membuat pikiran tenang. Hampir 45 menit bercerita tentang kisahnya ini, beliau sangat antusias sekali. Kalau kemarin datang kesini ada Gubernur dan Walikota yang sarapan di sini ujar Pak Muis. Warung kopi ini memang ramai antara pukul 8 -9 pagi di saat waktu sarapan.

Kamipun mendapatkan pelajaran kehidupan dari warung ini yang akan kami bawa pulang ke Jakarta. Semoga kearifan lokal seperti ini tetap terjaga.

Bisa dikatakan, kopi ibarat nafas bagi orang Bangka yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka.

Jakarta, 7 April 2016

Kang Dudi

Please follow and like us:

4 thoughts on “Warung Kopi Bukan Sekedar Rasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

rumah murah
easy cookie recipes